Melalui Video Conference, Presiden Resmikan 8 Pembangkit Listrik
Tanggal Posting : 19-03-2017

Layanan Video Conference ICON+ menjadi pemersatu delapan lokasi pembangkit dan sembilan infrastruktur yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia saat acara persemian berlangsung. Peresmian dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo di PLTG MPP Parit Baru 4×25 MW di Desa Jungkat, Kecamatan Siantan, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat (18/3). Penekanan tombol persemian dilakukan Jokowi dengan didampingi oleh Menteri ESDM, Ignasius Jonan, Menteri BUMN, Rini Soemarno dan Gubernur Kalimantan Barat Cornelis serta Direktur Utama PLN, Sofyan Basir. PLT Direktur Utama ICON+, Hikmat Drajat nampak turut menyaksikan acara peresmian tersebut.

            Presiden Jokowi berharap pembangkit dan infrastruktur listrik yang baru diresmikannya dapat memenuhi listrik untuk kebutuhan industri maupun rumah tangga. “Pembangkit ini mengggunakan bahan bakar gas dikarenakan dinilai lebih murah dan cukup ramah lingkungan” ujar Joko Widodo.

Dalam pemaparannya dihadapan pers, Sofyan Basir mengatakan pembangungan keseluruhan proyek tersebut menelan biaya lebih dari Rp 8 triliun. "Peresmian 8 unit pembangkit listrik tenaga gas ini merupakan bukti komitmen PLN dalam percepatan program 35.000 MW dalam peningkatan ratio elektrifikasi tanah air sebesar 99,7 persen pada 2019," ujar Sofyan.

Melalui Video Conference, pejabat daerah berserta jajarannya yang berada di lokasi Pembangkit menyaksikan peresmian Presiden Joko Widodo melalui layar televisi dengan kualitas suara dan gambar yang sangat jernih. Kesuksesan Video Conference ini berawal dari totalitas persiapan ICON+ mulai dari peralatan hingga kesiapan SDM. Seusai acara, tim PT PLN (Persero) terlihat menyalami seluruh tim ICON+ sebagai bentuk apresiasi telah memberi layanan Video Conference terbaik.

 

Adapun ke 8 MPP yakni di antaranya:

  1. MPP Jeranjang- Lombok dengan kapasitas ( 2 x 25 MW) yang telah beroperasi sejak tanggal 27 Juli 2016.
  2. MPP Air Anyir- Bangka dengan kapasitas (2x25 MW) beroperasi sejak 13 september 2016.
  3. MPP Tarahan – lampung (4x25 MW) beroperasi sejak 29 september 2016.
  4. MPP Nias (1x25 MW) Mulai beroperasi pada 31 oktober 2016.
  5. MPP balai Pungut-Riau dengan kapasitas (3x25 MW) mulai beroperasi sejak 13 November 2016.
  6. MPP Suge- belitung (1x25 MW) mulai beroperasi pada 22 November 2016.
  7. MPP Paya Pasir-Medan berkapasitas (3x25 MW) mulai beroperasi sejak 9 desember 2016. 
  8. MPP Pontianak kapasitas (4x25 MW) mulai beroperasi pada 8 November 2016.

 

Sedangkan untuk infratruktur kelistrikan di Kalimantan Barat meliputi PLTU ketapang 2x10 MW, SUTT 150 kV Parit Baru – Kota Baru sepanjang 44 kms, SUTET 275 kV bengkayang-Jagoibabang sepanjang 162 kms, SUTT 150 kV Singkawang-Bengkayang sepanjang 140 kms. SUTT 150 kV Singkawang- Sambas sepanjang 118 kms, GI 150 kV Kota Baru dengan daya 30 MVA, GI 150 kV Sambas dengan daya 30 MVA, GITET 275 kV bengkayang 2x250 MVA dan GI 150 kV Bengkayang sebesar 30 MVA. Khusus untuk sistem Khatulistiwa dengan penambahan MPP Pontianak sebesar 100 MW kini total daya mampu di sistem khatulistiwa mencapai 426 MW dengan beban puncak 300 MW.